PELATIHAN BUDIDAYA LELE SISTEM BIOFLOK


Ikan lele telah menjadi salah satu ikan konsumsi yang sangat digemari oleh masyarakat indonesia , karena tingkat permintaan yang sangat tinggi atas konsumsi ikan tersebut , masyarakat mulai tertarik untuk membudidaya ikan lele.

Cara budidaya ikan lele yang sering dilakukan saat ini mengunakan cara konvensional.Cara konvensional ini memang tidak membutuhkan modal yang besar akan tetapi para petani harus memiliki lahan yang luas untuk panen maksimal.

Sistem yang kedua adalah dengan sistem bioflok,dengan sistem ini para petani memang membutuhkan modal yang sedikit lebih banyak dari cara konvensional,tetapi dengan hasil panen yang sangat memuaskan dari cara sistem konvensional.

Sistem bioflok ini memanfaatkan mikroorganisme yang dapat dijadikan pakan untuk ikan lele tersebut.Dengan sistem ini para petani dapat  menghemat biaya sekaligus juga menambah konsumsi untuk pakan ikan lele.

  Kolam budidaya lele sistem bioflok ini lebih efektif bila mengunakan kolam berbentuk bulat dengan bahan terbuat dari terpal. Dengan kolam berbentuk bulat tersebut para petani mampu menghemat tempat dan lebih praktis. Kolam yang berdiameter 3 meter tersebut mampu menampung ikan 3000 ekor dengan ketinggian air mencapai 80-100 meter. Sebelum memasukan benih ikan air pada kolam terlebih dahulu dicampurkan obat -obatan untuk merangsang bakteri yang baik untuk berkembang seperti probiotik , prebiotik dan kapur dolomite , setelah obat-obat tadi dicampurkan kita harus menunggu 7 hingga 10 hari untuk bisa melepaskan benih ikan lele tersebut.

  Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita juga harus memberikan pakan yang berkualitas sesuai dengan porsi berat lele , pakan tersebut juga perlu dicampur dengan probiotik sesuai dengan jumlah pakan yang akan diberikan . Pemberian pakan juga harus dilakukan setiap hari pada waktu pagi dan sore hari.

  Dengan metode yang telah diberikan tersebut , pelatihan ini pun diharapkan dapat berkembang menjadi usaha mandiri untuk membantu perekonomian masyarakat di gampong hagu selatan.




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages